Depok Siap Melek Hukum – Reportase Bedah Buku GOOD LAWYER @ Margo City, Depok By Nina Razad

Depok Siap Melek Hukum – Reportase Bedah Buku GOOD LAWYER @ Margo City, Depok
By Nina Razad
Sudah lama sekali saya tidak menginjakkan kaki di Kota Depok. Begitu tiba di pusat Kota Depok, tepatnya di area Margonda, guna menghadiri event Bedah Buku GOOD LAWYER di Gunung Agung, Margo City, Minggu (10/5/2009) tadi, saya sempat melongo. Begitu majunya Depok sekarang, tidak kalah dengan suasana megapolitannya Jakarta, termasuk soal macet dan panasnya!
Penduduknya pun ternyata cukup kritis dan tampak siap berubah.
Setidaknya, ini gambaran yang saya lihat dalam event Bedah Buku GOOD LAWYER tadi. Sejak acara dimulai pukul 2 siang, para pengunjung Gunung Agung Margo City yang awalnya malu-malu dan cukup memperhatikan sambil berdiri, akhirnya satu per satu bersedia memenuhi kursi yang disediakan dengan wajah yang sarat antusiasme dan rasa penasaran. Hebatnya, mereka benar-benar mendengarkan dengan baik, mencermati secara saksama, dan mungkin juga sambil merancang pertanyaan di benak mereka, bukan hanya diam dan pasif.. Ini luar biasa!
Buktinya, begitu sesi tanya-jawab (sekitar 15 menit setelah acara dibuka), langsung saja empat orang penanya pertama mengacungkan tangan, jadi tidak sempat terjadi jeda bengong—sama sekali! Pertanyaan-pertanyaannya pun begitu variatif, detil, bahkan sampai membuat alis bertaut untuk berpikir keras bagaimana menjawabnya. Hehehe..
Namun, tidak bisa dipungkiri, antusiasme itu pastinya dipengaruhi oleh gaya penuturan Sist Risa yang begitu atraktif dan komunikatif, seakan mengajak bicara audience secara pribadi. Bagi teman-teman yang sudah pernah mengikuti acara GOOD LAWYER, pasti teringat dengan gaya asyik dari wanita satu ini. Jangankan pembaca pada umumnya, kami saja—para penulisnya—masih terkagum-kagum dengan gaya our big sister ini! (And eager to learn “how to speak in public” from her!)
Nah, saya yakin, cara bicara Sist Risa yang begitu atraktif dan komunikatif ini memicu rangkaian pertanyaan-pertanyaan (kritis) dari para pengunjung dan pembaca. Selain itu, setiap penanya langsung diberi hadiah kaos GOOD LAWYER yang keren itu!
Pertanyaan yang paling menarik juga diberi hadiah oleh pihak Gunung Agung. Ditambah, 10 pembeli pertama buku GOOD LAWYER di jam berlangsungnya acara (pukul 2 sampe 4 sore) berhak mendapatkan voucher makan gratis di Hanamasa. Yippeee!
Ah ya, kembali ke soal pertanyaan-pertanyaan pembaca. Gila lho, sama sekali gak ada istirahatnya! Jadi selama dua jam itu, full dengan berondongan pertanyaan mereka yang bertubi-tubi. Kalau dihitung, ada sekitar 12 penanya (mungkin lebih), dan masing-masing melontarkan 1 – 2 pertanyaan! Sampe-sampe Sist Risa kewalahan dan sekarang suaranya serak! Ouch! Maaf, Sist, bukannya Nina dan Deesan nggak mau ngebantuin njawab, tapi asli, banyak pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung yang di luar dugaan, sampai-sampai kami saling memandang satu sama lain (Nina & Deesan) sambil melotot kaget..
Misalnya saja, pertanyaan (atau pernyataan?) dari salah seorang pengunjung, bapak-bapak (Pak John namanya): “Apakah dengan adanya buku GOOD LAWYER ini penjara semakin kosong, berkat meningkatnya kesadaran hukum masyarakat, atau malah jadi semakin penuh karena masyarakat jadi lebih pintar menuntut haknya?” Hehehehe.. Ini pertanyaan yang cukup “gawat”, Pak!
Menjawab pertanyaan ini, Sist Risa menegaskan bahwa sadar hukum bukan berarti urusannya melulu soal pengadilan dan penjara, tapi pertanyaan tersebut patut dicari jawabannya dengan survai ke penjara, untuk sekitar 2 tahun mendatang.. So, ada yang mau berbaik hati bikin thesis/penelitian soal signifikansi dampak GOOD LAWYER terhadap jumlah huni lapas?
Ada juga malah yang mempertanyakan (ya, bukan pertanyaan, tapi mempertanyakan) soal penyimpangan hukum yang dilakukan justru oleh pejabat dan aparat pemerintahan. Penanya mencontohkan, mengurus KTP yang seharusnya gratis, ternyata ditarif. Nah lho! Kalo Nina dan Deesan menghadapi pertanyaan seperti itu, pasti melongo dulu! Hihihi.. Berhubung Sist Risa piawai berpikir cepat, pertanyaan sensitif seperti itu pun terjawab dengan mantap (dengan jawaban yang nggak kepikir oleh saya pribadi! Hihihi..) yaitu, kesadaran hukum hendaknya dimulai dari diri sendiri dulu.
“Jika memang yang seharusnya tidak membayar, ya sudah, jangan bayar. Kita ramai-ramai saja kompak untuk menegakkan hukum, yakni dengan tidak menyogok. Sebenarnya kan kebudayaan seperti ini (sogok) diciptakan oleh kita sendiri. Misalnya, karena ingin cepat, kita mau lewat jalan tol malam saja, biar lancar. Nah, di sini menjadi celah untuk terjadinya penyimpangan itu. Makanya, jika kita mengawali ini dari diri sendiri, lalu digetok-tularkan ke keluarga, kemudian ke sekitarnya, maka akan tercipta kesadaran hukum yang baik. Namun ini semua berproses, mungkin perlu 10-20 tahun lagi, yang jelas, ayo kita mulai dari sekarang, daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali..” Nah, kan, mantap banget tu jawaban! (Aslinya jawaban lebih panjang, ini versi lugasnya aja. Hehehe..)
Ada lagi pertanyaan yang lebih seru, yaitu soal hukuman mati bagi koruptor. Wadawww! Kalau yang ini, rasanya sih tetep harus nanya pendapat profesional yang lebih berkapasitas menjawabnya, yaa..
Tapi, setidaknya, seperti kita semua ketahui, niat utama dibuatnya GOOD LAWYER, selain menjadi media bagi penulis pemula yang berbakat, adalah untuk mengedukasi masyarakat agar lebih melek hukum, sehingga timbul kesadaran hukum. Sekaligus menghilangkan ketakutan atau alergi menginjak area hukum. Padahal, tanpa disadari, kita bersentuhan dengan hukum dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, untuk membeli buku saja, transaksi yang terjadi antara toko buku dengan pembeli, itu adalah perbuatan hukum. Kenapa begitu? Coba aja bukunya dibawa kabur tanpa bayar.. udah jelas Satpam akan ngejar, nangkap, lalu si pengutil akan dihukum atau dimintai pertanggung jawaban. Hal sesimpel ini ternyata perbuatan hukum, jadi kenapa kita harus stres saat masalah hukum menghampiri? Dan, tampaknya keyakinan ini cukup disadari oleh pengunjung acara Bedah Buku tadi.
Jangankan para pengunjung yang mayoritas sudah berusia banyak, Echa (anak kedua Sist Risa) aja bisa memahami dengan baik soal perbuatan hukum ini setelah membaca cerkum mamanya. Nah, ini juga seru. Pasalnya, Sist Risa mengajak Echa dialog di depan pengunjung, soal pemahaman Echa terhadap perbuatan hukum. Tanpa malu-malu dan lancar, Echa menjawab, “Kalau ada anak dipukulin orangtuanya, itu termasuk kekerasan dalam rumah tangga..” Wah! Luar biasa! Mari kita beri tahu ini kepada orangtua yang sering khilaf memukuli anaknya! Malu dong, masa pengetahuan hukum anak usia 9 tahun lebih banyak daripada mereka (yang suka memukuli anak)?
Ada yang lebih kocak, waktu Sist Risa nanya, “Trus, kalau ada orangtua yang nggak ngasih makan anaknya dari pagi sampe sore, itu KDRT juga?” Echa malu-malu sebentar, lalu menjawab, “Kalau itu kan kelaparan dalam rumah tangga, Ma, bukan kekerasan..” Huakakakakaka… Pengunjung pun ketawa geli.. Terima kasih yaa Echa. Dialog sama Echa ini membawa kesegaran tersendiri di acara GOOD LAWYER lho!
Ah ya, pengunjung acara tadi sangat variasi lho! Mulai dari batita (yang dibawa oleh keluarga muda, hehe..), ibu rumah tangga, mahasiswa, sampai bapak-bapak tua yang menyoroti pejabat pelanggar hukum tadi!
Pokoknya, acara tadi begitu seru, sampai-sampai nyaris semua pengunjung GA tersedot untuk mengikuti jalannya acara dan tidak kebagian duduk. Ada juga yang rela berdiri di dekat lokasi acara, tapi mata mereka konsentrasi menyaksikan ke acara kami! Hehe.. Yang jelas, satu hal yang seragam: raut wajah puas dan tampak optimis, karena mengantongi ilmu baru.
Dengan begitu, tampaknya (setidaknya sebagian) warga Depok siap berubah, siap sadar hukum!
Nah, moga-moga kami akan menyaksikan raut wajah serupa di kota berikutnya! Jadi, teman-teman pembaca GOOD LAWYER di kota luar Jakarta, nantikan kami di kotamu! Catet jadwal berikutnya “Bedah Buku GOOD LAWYER”:
17 Mei 2009 (pk. 2 – 4 siang) di Bandung, at Gunung Agung Ciwalk, Cihampelas.
24 Mei 2009 di Lampung (info waktu dan tempat menyusul ya)
30 Mei 2009 di Semarang (info waktu dan tempat menyusul jugaa)
Masih ada jadwal lainnya lagi, tapi masih harus dipastikan dulu sama pihak terkait, jadi tunggu terus notes dan reportase dari kami yaaaa! Maju terus GOOD LAWYER!!! Maju terus Indonesia!!!

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.